Barcode Untuk Absen, Kenapa Tidak?

Barcode adalah sebuah kode (code) yang terdiri dari garis (bar) tebal dan tipis. Diciptakan oleh Norman Josep Woodland dengan mengambil inspirasi dari kode Morse. Saat menciptakannya, ia hanya membuat corat-coret di atas pasir. Penggunaannya? Untuk mengenali produk di toko Food Fair di Philadelphia. Sekarang bentuk barcode sendiri sudah menjadi berbagai bentuk, bujursangkar, titik, heksagonal dan bentuk 2D lainnya. Sekali pun demikian, barcode yang paling umum masih yang dalam bentuk garis.
Barcode
Penggunaan    paling    umum    barcode adalah   untuk   pengenalan seperti tujuan asalnya.Tetapi bagaimana jika hendak digunakan untuk presensi? Itulah permintaan salah satu client kami. Sebuah program Payroll terintegrasi untuk perusahaan printing garmen tetapi dengan memanfaatkan barcode scanner bukannya fingerprint scanner. Jawaban kami? Pemikiran yang out-of-the-box. Menggunakan barcode yang dicetak pada kartu pegawai berarti:
  • Cukup dengan barcode scanner yang relatif lebih awet daripada magnetik dan lebit murah daripada RFID
  • Kartu dengan barcode lebih murah dibanding magnetik dan RFID

Kelemahan? Tidak lebih buruk daripada solusi kartu yang lain. Dititipkan. Bahkan mereka punya solusi yang lagi-lagi menarik, ABSEN DI DEPAN HIDUNG ORANG HRD. Berani scan kartu titipan di depan orang HRD? 🙂

Jadi kami pun membuat sistem yang diinginkan. Dengan sedikit penyesuaian pada bagian absen dan perhitungan gaji seperti biasa. Hasilnya, solusi payroll yang sederhana tapi efektif dengan bantuan sistem Payroll Valudata. Yang sistem kami lakukan? Menghitung kehadiran, merekapnya, menghitung lembur, memasukkannya untuk perhitungan gaji dan menghasilkan slip gaji. Kesimpulan, kami yang melakukan pekerjaan ‘kotor’, HRD (yang merangkap GA) dapat lebih fokus dalam mengontrol pegawai.

Tinggalkan Pesan

© 2017 Valudata Komputindo | ScrollMe by AccessPress Themes